Pemuda di Gumukmas Jember Bunuh Teman Sendiri Gegara Tersinggung Bullying Semasa Kecil

Pihak kepolisian saat melakukan penyelidikan dan olah TKP (Foto: Istimewa).
Pihak kepolisian saat melakukan penyelidikan dan olah TKP (Foto: Istimewa).

Jurnalbangsa.com, Jember – Pemuda berinisial RA (25) asal Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Jember, tega membunuh teman sendiri berinisial SA (22) warga Desa Purwoasri, karena tersinggung perilaku bullying semasa kecilnya.

Kanit Pidum (Kepala Unit Tindak Pidana Umum) Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil menangkap pelaku pembunuhan tersebut kurang dari 24 jam.

Awalnya laporan pembunuhan tersebut diterima Polsek Gumukmas, pada Selasa, (9/6/2026), pukul 16.00 WIB.

“Alhamdulillah kurang dari 8 jam kita dapat mengungkap kasus pembunuhan, yang mana berawal dari informasi dari masyarakat atau dari pemilik rumah,” kata Andry, saat ditemui di depan Kantor Satreskrim Polres Jember, pada Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan laporan warga setempat, kata Andry, korban ditemukan di sebuah rumah dalam kondisi kosong tidak berpenghuni.

Setelah itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi di lokasi tersebut.

“Kecurigaan kita mengarah kepada anak dari pemilik rumah tersebut. Sehingga kemudian kita lakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan,” tuturnya.

Pihaknya berhasil mengamankan pelaku kurang lebih sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, pada Rabu, (10/6/2026).

“Kita amankan yang bersangkutan, kita lakukan pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui bahwa telah melakukan pembunuhan,” ujarnya.

Diketahui korban merupakan kurir yang sedang mengirim paket ke rumah pelaku.

Kata Andry, pelaku awalnya mengajak korban untuk ngopi setelah mengantar paket di rumahnya.

Lebih lanjut, Andry menjelaskan bahwa aksi pembunuhan tersebut dipicu rasa tersinggung dari pelaku, saat korban mengingatkan semasa kecilnya.

“Yang bersangkutan pada masa kecilnya sering dibully, sehingga pada saat bertemu tersebut, yang bersangkutan kembali dibully atau diingatkan dengan masa lalunya,” kata dia.

Korban baru saja ditemukan kemarin hari, Selasa (9/6/2026) setelah kurang lebih seminggu tidak ada yang mengetahuinya.

“Kejadian tersebut kurang lebih sekitar tanggal 1 (Juni), ditemukannya kemarin,” kata dia.

Menurut Andry, pelaku membunuh korban dengan menggunakan barang-barang terdekatnya di rumah, yaitu toples kaca dan senjata tajam berupa celurit.

Saat ditemukan oleh warga setempat, korban sudah mulai membusuk di sebuah ruang kamar rumah kosong.

“Bagian tubuhnya mengalami hitam, lebam, kemudian proses pembusukan,” tuturnya.

Meskipun demikian, hingga kini, pihak polisi masih menyelidiki motif pelaku pembunuhan tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan dokter terkait penyebab kematian korban.

“Terkait dengan luka masih kita lakukan pemeriksaan di kedokteran,” tegasnya.

Pos terkait