Warga Jember Ramai Mengantre di SPBU Usai Ada Isu Kenaikan Harga BBM

Para pembeli yang sedang mengantre di SPBU Jalan Gajah Mada, di Kecamatan Kaliwates, Jember (Foto: M Rifqi Arifin untuk Jurnalbangsa).
Para pembeli BBM yang sedang mengantre di SPBU Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Jember (Foto: M Rifqi Arifin untuk Jurnalbangsa).

Jember, Jurnalbangsa.com – Warga Jember kembali mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setelah ada isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Salah satunya SPBU di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, yang ramai dipadati pembeli BBM.

M Rifqi Arifin, salah satu warga dari Kecamatan Wuluhan, Jember, yang ikut mengantre di SPBU tersebut, mengatakan bahwa antrean panjang dipicu karena kecemasan masyarakat seperti kejadian sebelumnya, dengan adanya kabar dampak dari perang di negara Timur Tengah.

Selain itu, menurut Rifqi, faktor yang menyebabkan antrean panjang karena ada isu kenaikan harga BBM di media sosial.

“Mungkin karena berita kenaikan harga yang belum bisa dipastikan kebenarannya cuma sudah tersebar,” kata dia, pada Rabu (1/4/2026).

Merespon beredarnya kabar kenaikan harga BBM di tanggal 1 April 2026.

Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, justru mengapresiasi pemerintah Indonesia yang tetap mempertahankan harga BBM.

“Ini kabar yang luar biasa. Di saat harga minyak dunia sedang fluktuatif dan tetangga kita di Asia Tenggara mulai mengalami kenaikan harga yang signifikan, Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga BBM. Kami sangat berterima kasih atas kebijakan ini,” kata Gus Fawait, seperti dikutip di laman Diskominfo Jember, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, dia berharap masyarakat Jember bisa lebih bijak saat membeli BBM.

“Saya berharap masyarakat bisa lebih bijak menggunakan BBM. Stok kita memang aman, tapi penggunaan yang terukur akan sangat membantu meringankan beban subsidi negara,” kata dia.

Pos terkait