OJK dan BI Jalin Sinergi dengan Pemkab Jember Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kepala OJK Jember, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, dan Bupati Jember, saat kegiatan Bankers Lunch High Level Strategic Dialogue, From Banking Contribution to Regional Impact" di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, pada Selasa (18/8/2026). (Foto: Fadli/Jurnalbangsa).
Kepala OJK Jember, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, dan Bupati Jember, saat kegiatan Bankers Lunch High Level Strategic Dialogue, From Banking Contribution to Regional Impact" di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, pada Selasa (18/8/2026). (Foto: Fadli/Jurnalbangsa).

Jurnalbangsa.com, Jember – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, menjalin sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bertajuk “Bankers Lunch High Level Strategic Dialogue, From Banking Contribution to Regional Impact” di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, pada Selasa (18/8/2026).

Kepala OJK Jember, Aris Budiman, menyampaikan bahwa digelarnya forum dialog tersebut, untuk mempertemukan para pimpinan perbankan, baik dari Himbara, Bank Pembangunan Daerah (BPD), maupun Bank Swasta, dengan pemerintah daerah.

“Kita kumpulkan untuk ketemu langsung ya, dengan Pemerintah Kabupaten Jember, dan juga BI serta OJK untuk menyamakan persepsi, apa yang diharapkan satu dengan lainnya, supaya kinerja dari perbankan bisa meningkat,” kata Aris.

Selain itu, Aris mengatakan forum itu juga mengarahkan agar lembaga perbankan lebih fokus mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jember.

Kata Aris, melalui forum tersebut, sehingga Pemkab Jember, dapat menyampaikan harapan dan aspirasinya, dalam pengembangan bisnis dan perbankan di wilayah Jember.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, Iqbal Reza Nugraha, mengatakan bahwa Jember merupakan kabupaten dengan potensi perekonomian terbesar pada angka pertumbuhan triwulan 1 tahun 2026.

“Jember ini merupakan kabupatenz dengan pertumbuhan tertinggi di wilayah Sekar Kijang 6,32 persen,” tuturnya.

Menurut Iqbal, forum ini untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar tetap tinggi.

Meskipun kata dia, tidak hanya tinggi, tapi juga inklusif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menuturkan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah (government expenditure), dan belanja pemerintah baik dari daerah maupun pemerintah pusat yang ada di Kabupaten Jember.

Meskipun, kata Bupati yang akrab dipanggil Gus Fawait itu, ada sektor lain yang dapat digenjot untuk menjadikan pertumbuhan ekonomi lebih meningkat dan dirasakan oleh masyarakat Jember.

“Selain belanja pemerintah atau APBD maupun APBN yang di Jember, yaitu adalah investasi. Nah, investasi itu berkaitan erat dengan perbankan baik itu kredit dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurut dia, dengan dana pihak ketiga di Jember yang telah menduduki nominal tertinggi di daerah Sekar Kijang, bisa didorong agar direalisasikan lebih optimal di semester kedua.

Gus Fawait berharap, melalui instrumen tersebut, pertumbuhan ekonomi di Jember sehingga bisa naik dan dapat mengentaskan kemiskinan. (***)

Pos terkait