Tekan Harga Bahan Pokok, Pertamina Patra Niaga Adakan Pasar Murah di Jember

Warga saat foto bareng salah satu karyawan Pertamina Patra Niaga (Foto: Istimewa).
Warga saat foto bareng salah satu karyawan Pertamina Patra Niaga (Foto: Istimewa).

Jember, Jurnalbangsa.com – PT Pertamina Patra Niaga mengadakan pasar murah di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Jember, pada Kamis, (16/4/2026).

Dalam program ini, masyarakat bisa menebus paket sembako senilai Rp 211.000 hanya dengan harga Rp 30.000.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan program ini menyasar masyarakat prasejahtera, khususnya kelompok desil 1 hingga 4.

Upaya ini dilakukan untuk menekan dampak meningkatnya harga bahan pokok.

“Kegiatan pasar murah ini ditargetkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan,” kata dia.

Ahad menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk intervensi langsung di tengah kondisi harga yang tidak stabil.

Dia memastikan distribusi bantuan ini bisa tepat sasaran di wilayah sekitar operasional perusahaan.

“Perataan distribusi menjamin bantuan tepat sasaran pada masyarakat pra sejahtera di sekitar wilayah kerja perusahaan,” tuturnya.

Di Kabupaten Jember, Pertamina menyediakan sebanyak 1.000 paket sembako.

Menariknya, uang hasil tebusan dari masyarakat tersebut, nantinya tidak masuk ke kantong perusahaan, melainkan dialokasikan menjadi Bantuan sosial (Bansos).

“Paket senilai Rp 211.000 bisa ditebus Rp 30.000. Hasil tebusan Rp 30 juta ini akan kami kembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk bantuan sosial,” kata dia.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengakui jika fluktuasi harga bahan pokok masih menghantui sejumlah komoditas strategis, mulai dari beras premium, cabai rawit, hingga minyak goreng.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno C Sambodo, mengatakan bahwa kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan produksi yang tidak menentu.

“Situasi harga komoditas di pasar memang fluktuatif. Kalau produksi terganggu, harga pasti ikut bergerak,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran pasar murah seperti yang dilakukan Pertamina menjadi langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Dengan menambah stok melalui pasar murah, ketersediaan barang meningkat, sehingga harga diharapkan bisa ditekan atau minimal stabil,” tegasnya.

Pos terkait