Jurnalbangsa.com, Jember – Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, merespons terkait beredarnya video viral di media sosial salah satu anggota dewan saat Rapat Dengar Pendapat dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB).
Diketahui dia adalah anggota Komisi D DPRD Jember bernama Achmad Syahri As Sidiqi, yang sedang bermain game Clash of Clans (COC) sambil merokok, di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Jember, pada Senin (11/5/2026) kemarin.
“Ya tentu etika kan yang paling tinggi dari norma menurut saya. Etika ketika kita mengikuti rapat, ya harus menyesuaikan dengan kondisi itu ada tempatnya, ada tempatnya,” kata Halim, pada Selasa (12/5/2026).
Halim mengatakan seharusnya anggota dewan yang merupakan publik figur bisa menyesuaikan situasi dan keadaan ketika mereka saat rapat.
“Kalau dalam situasi resmi ya tentu harus mengikuti aturan resminya. Kemudian kalau aturan santai, ya monggo disilakan seperti itu,” kata dia.
Lebih lanjut, pihaknya akan merumuskan peraturan di dalam kode etik Badan Kehormatan DPRD Jember.
Halim juga menyampaikan permohonan maaf atas viralnya video perlakuan anggota dewan saat rapat di media sosial.
“Tentu kami menyampaikan permohonan maaf atas viralnya anggota kami di hari kemarin,” kata dia.
Dengan viralnya video tersebut, Halim mengatakan bahwa pihaknya akan memprosesnya sesuai peraturan secara kelembagaan DPRD Jember.
“Kami akan proses sesuai dengan aturan secara kelembagaan melalui Badan Kehormatan,” ujarnya.
Selain itu, Halim yang sekaligus Ketua DPC Fraksi Gerindra Jember, mengatakan bahwa anggota dewan tersebut juga akan dipanggil oleh pihak fraksi partai asalnya.
“Karena beliau adalah anggota dari Fraksi Partai Gerindra. Tentu kami akan panggil, akan klarifikasi. Kemudian juga kita berikan sanksi administratif, teguran maupun disiplin,” kata Halim.
Menurut Halim, sanksi yang diberikan oleh pihak partai akan lebih berat.
“Karena beliau adalah orang baru masuk Gerindra dan baru terpilih, belum pernah mengikuti di pelatihan kader di Hambalang, otomatis ya mungkin ketidaktahuan atau kekhilafan yang dilakukan itu menjadi pelajaran buat kita bersama,” tegasnya.
Faktor umur yang masih muda, sekitar 25 tahun, mungkin yang menurut Halim membuat anggota dewan tersebut tidak fokus saat rapat.












