Jaringan Laskar Sholawat Nusantara Bentangkan Sayap Hingga Borneo

Konferensi pers Milad ke-7 LSN, Minggu (1/11/2026) malam. (Foto: Zainul Hasan)
Konferensi pers Milad ke-7 LSN, Minggu (1/11/2026) malam. (Foto: Zainul Hasan)

Jurnalbangsa.com, Jember – Laju konsolidasi Laskar Sholawat Nusantara (LSN) menunjukkan geliat masif. 

Jaringan organisasi yang berpijak pada tradisi selawat tersebut tidak hanya merapikan struktur internal di daerah basis, tetapi juga melebarkan sayap hingga menyeberang pulau.

Catatan surat keputusan kepengurusan menunjukkan perluasan wilayah yang mencakup belasan kabupaten dan kota di Jawa Timur. 

Daerah-daerah tersebut meliputi Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, Surabaya, Gresik, Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, hingga Malang. 

Tidak berhenti di situ, jangkauan struktur kini resmi menembus wilayah Kalimantan, tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara serta Banjarmasin.

Sekretaris Panitia Milad ke-7 LSN Jember, M Khoiron Kisan, menyatakan bahwa pelebaran jaringan ini merupakan wujud konsistensi jangka panjang organisasi.

“Itu yang menjadi komitmen presiden LSN maupun kami si kepengurusan,” ujar Khoiron dalam konferensi pers, Minggu (1/11/2026) malam.

Perluasan tersebut berjalan beriringan dengan misi membawa nilai keagamaan ke ruang publik serta ranah pemerintahan.

Konsolidasi besar-besaran ini bakal disahkan secara serentak lewat agenda Apel Sholawat Akbar di Alun-Alun Jember, Minggu (8/11/2026).

Pertemuan akbar yang diproyeksikan menarik puluhan ribu massa tersebut sekaligus menandai pergantian tongkat estafet kepemimpinan. 

Jabatan Ketua DPP LSN yang sebelumnya dipegang Ustaz Abdul Adim akan diteruskan oleh Hermin. 

Di tingkat cabang, kepengurusan DPC Jember berpindah dari Abdullah Waid kepada Kamiluddin, yang diikuti pengukuhan pengurus dari 31 kecamatan sampai tingkat desa.

Ketua Panitia Milad ke-7 LSN Jember, Agus Nur Yasin, mengungkapkan bahwa pertumbuhan organisasi yang masif ini berakar dari semangat pengabdian kepada khalayak.

“Kita berharap dapat memberikan kemanfaatan pada masyarakat,” ucap Agus.

Ia menambahkan, eksistensi organisasi dirumuskan melalui berbagai instrumen perjuangan, termasuk jalur politik yang sukses membawa figur seperti Gus Fawait memegang kendali kepemimpinan daerah.

“LSN membuktikan kemanfaatannya dengan syiar sholawat dan berbagai jalur, salah satunya jalur politik. Hari ini mereka membuktikan Gus Fawait mulai di Jawa Timur hingga menjadi Bupati Jember, senyampang bisa memberikan kemanfaatan,” pungkasnya.

Pos terkait