PBAK 2026 UIN KHAS Jember, 2.235 Mahasiswa Baru Diingatkan Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas

JEMBER – Sebanyak 2.235 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember memulai perjalanan akademik dengan mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026.

Kegiatan yang digelar di Lapangan Imam Nahrawi UIN KHAS Jember, Senin (31/8/2026), menjadi momentum pengenalan kehidupan kampus sekaligus pembentukan karakter mahasiswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi secara maksimal.

Ia menilai, keberhasilan masuk perguruan tinggi tersebut merupakan pencapaian yang patut disyukuri, mengingat jumlah mahasiswa yang diterima jauh lebih sedikit dibandingkan peminatnya.

Dari lebih dari 8.000 pendaftar, hanya 2.235 orang yang berhasil memperoleh kesempatan menjadi mahasiswa baru UIN KHAS Jember.

“Adik-adik nanti berkuliah dengan sungguh-sungguh agar selama kuliah mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk membangun diri, untuk membangun bangsa dan negara,” kata Sahiron.

Menurutnya, mahasiswa perlu membangun kebiasaan belajar sejak awal perkuliahan, bukan sekadar hadir mengikuti kegiatan akademik tanpa tujuan yang jelas.

Sahiron kemudian mengingatkan mahasiswa pada ajaran dalam nazam Ta’limul Muta’allim, yakni Alala tanalul ilma illa bisittatin, yang menjelaskan enam bekal penting dalam menuntut ilmu.

Bekal pertama adalah zaka’in, yaitu kecerdasan untuk memahami, mengolah, dan menganalisis pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan.

Selanjutnya, hirsin berarti kemauan kuat untuk belajar, sedangkan istibarin merupakan kesabaran dalam menjalani proses pendidikan yang tidak selalu mudah.

“Adik-adik harus bersemangat sejak semester 1. Tidak boleh menunggu-nunggu. Mulai masuk kuliah nanti, terus belajar dengan giat,” pesannya kepada mahasiswa baru.

Tiga unsur lainnya meliputi bulghatin, berupa ketersediaan sarana pendukung, irsyadi ustadin, yakni bimbingan guru atau dosen, serta waktu yang memadai untuk belajar.

Sahiron menjelaskan, keenam prinsip tersebut saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan dalam menunjang keberhasilan akademik mahasiswa.

Selain memahami pentingnya proses belajar, mahasiswa juga didorong menetapkan target pendidikan yang realistis dan menyelesaikan studi sesuai rencana.

Ia berharap mahasiswa program sarjana mampu menuntaskan pendidikan dalam empat tahun, sebelum memutuskan memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi.

“Pokoknya di S1 harus rajin,” tegas Sahiron, seraya menekankan pentingnya kedisiplinan selama menjalani perkuliahan.

Ia mengingatkan bahwa keseriusan belajar tidak semestinya baru muncul ketika mahasiswa memasuki semester akhir atau mulai menyusun tugas akhir.

Kebiasaan belajar yang konsisten, kemampuan mengatur waktu, dan kedisiplinan perlu dibangun sejak mahasiswa pertama kali memasuki lingkungan kampus.

Lebih jauh, Sahiron mengaitkan pendidikan tinggi dengan tantangan Indonesia menuju 2045, ketika generasi muda saat ini akan mengambil peran penting dalam pembangunan bangsa.

Menurutnya, perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter serta akhlak yang baik.

“Yang pertama adalah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan yang kedua menjadi bangsa yang beragama dan berakhlakul karimah sehingga maslahat,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa nilai tersebut berlaku bagi seluruh mahasiswa tanpa membedakan fakultas maupun program studi yang dipilih selama menempuh pendidikan.

“Di fakultas apa pun, di prodi apa pun, yang penting harus berhasil dan mendapatkan ilmu pengetahuan serta memberi karakter yang baik,” katanya.

Sahiron berharap PBAK tidak berhenti sebagai agenda penyambutan mahasiswa baru, melainkan menjadi awal untuk memahami budaya akademik, mengenali lingkungan kampus, dan mengembangkan kedewasaan.

Mahasiswa juga diminta menyikapi arahan dosen maupun senior secara kritis, mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib, serta menjadikan pengalaman kampus sebagai sarana membangun karakter.

Pembukaan PBAK 2026 ditandai dengan pemasangan jas almamater dan topi kepada perwakilan mahasiswa baru oleh Sahiron bersama jajaran pimpinan universitas.

Agenda selanjutnya meliputi pembacaan Pancasila, deklarasi calon mahasiswa, serta penyampaian materi tentang kehidupan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan UIN KHAS Jember.

Melalui kegiatan tersebut, ribuan mahasiswa baru diharapkan memiliki bekal untuk menempuh pendidikan secara tekun, mengembangkan kompetensi, dan menjaga akhlak sebagai bagian dari generasi yang berkontribusi bagi Indonesia pada 2045.

Penulis: Abdus Syakur
Editor: Redaksi

Pos terkait