Uang Korban Kebakaran di Banyuwangi Diganti Penuh, BI Jember Serahkan Rp25,7 Juta Lewat Kas Keliling

BANYUWANGI – Harapan Hadi Lukman akhirnya terwujud setelah uang miliknya yang rusak akibat kebakaran berhasil diganti penuh oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember.

Penggantian dilakukan melalui layanan Mobil Kas Keliling BI Jember saat Sekarkijang Creative Fest (SCF) x Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, Minggu (19/7).

Warga Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo itu menerima penggantian uang senilai Rp25.720.000 setelah proses pemeriksaan fisik selesai dilakukan.

Sebelumnya, rumah Hadi terbakar pada Minggu malam, 21 Juni 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Musibah tersebut menghanguskan sebagian besar harta benda di dalam rumah.

Sebagian uang tunai masih dapat diselamatkan karena tersimpan di dalam ember dan terselip di buku tabungan meski kondisinya menghitam serta basah.

Hadi kemudian mengeringkan lembaran uang secara perlahan agar tidak semakin rusak sebelum dibawa untuk diperiksa petugas.

“Sempat ada keraguan, kalau untuk yang sudah tinggal dua pertiga saya sudah pasrah saja, ragu,” ujar Hadi.

Setelah berkonsultasi dengan Bank Jatim Wongsorejo, Hadi mendapat informasi adanya layanan kas keliling BI Jember di arena BEC Banyuwangi.

Petugas BI kemudian memeriksa setiap lembar uang secara terbuka sesuai ketentuan. Uang rusak dapat diganti jika masih lebih dari dua pertiga ukuran asli dan keasliannya dikenali.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 98 persen uang yang dibawa Hadi memenuhi syarat untuk memperoleh penggantian.

Total uang yang diganti mencapai Rp25.720.000, terdiri dari berbagai pecahan mulai Rp100.000 hingga Rp1.000 dengan jumlah keseluruhan 359 lembar dan keping.

“Sebagian untuk modal saya untuk usaha,” kata Hadi usai menerima uang pengganti dari BI Jember.

“Di situ juga ada uang tabungan anak-anak TK yang saya kelola, nanti akan dibalikin ke yang punya,” lanjutnya.

Hadi juga mengaku puas dengan pelayanan petugas Bank Indonesia yang dinilainya ramah, cepat, dan tetap melayani masyarakat meski pada hari libur.

“Pelayanannya sangat ramah dan tidak berbelit-belit,” ungkap Hadi.

Bank Indonesia turut mengimbau masyarakat tidak menempel uang rusak dengan selotip, lakban, atau staples agar proses identifikasi dapat dilakukan secara optimal.

Penulis: Abdus syakur
Editor: Supriadi

Pos terkait