Warga Desa Suger Kidul di Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal

Suasana para jamaah saat melaksanakan ibadah sholat IdulFitri di Masjid Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Desa Suger, Kacamatan Jelbuk, Jember. (Foto; Fadli/Jurnalbangsa).
Suasana para jamaah saat melaksanakan ibadah sholat IdulFitri di Masjid Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Desa Suger, Kacamatan Jelbuk, Jember. (Foto: Fadli/Jurnalbangsa).

Jember, Jurnalbangsa.com – Warga dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember merayakan lebaran lebih awal. Mereka melaksanakan ibadah sholat Idulfitri 1447 H lebih awal pada Kamis (19/3/2026).

Pelaksanaan ibadah sholat dilaksanakan mendahului keputusan pemerintah. Perayaan ini sudah dilakukan warga Desa Suger setiap tahun.

KH. Mahfud Malik Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah mengatakan bahwa pelaksanaan sholat Idulfitri ini dilakukan lebih awal dari sudah sejak dari dulu.

“Zamannya almarhum KH Soleh. Mulai dulu,” kata dia.

Menurut dia, alasan penetapan sholat Idulfitri lebih awal didasarkan pada dalil setiap orang yang melaksanakan ibadah puasa itu baik.

“Semua yang puasa bagus semua. Yang tidak puasa kurang bagus. Mudah-mudahan diterima Allah,” tuturnya.

Para jamaah terlihat ramai memadati setiap shaf sholat yang berada di masjid pondok pesantren. Suasana khusyuk mengiringi setiap gerakan sholat mereka.

Sementara itu, Muhammad Taufiq, salah satu jama’ah dari Sukowono mengungkapkan bahwa, perbedaan pelaksanaan sholat Idulfitri ini dengan organisasi masyarakat yang lain harus dihormati.

“Ya menurut itu menurut keyakinan. Tidak ada yang bisa disalahkan itu. Menurut keyakinannya sendiri. Yang salah itu, yang tidak puasa,” katanya saat ditemui di depan masjid.

Pos terkait