Jurnalbangsa.com, Surabaya – Persaingan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur berlangsung ketat.
Dari 62.056 peserta yang mengikuti seleksi tahap ketiga jalur Prestasi Nilai Akademik SMA, sebanyak 29.869 calon murid dinyatakan diterima.
Tahap ketiga menjadi bagian akhir seleksi jalur SMA.
Sementara itu, peserta yang belum lolos masih memiliki kesempatan mengikuti jalur Prestasi Nilai Akademik SMK yang dijadwalkan dibuka pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta peserta yang telah dinyatakan lolos tidak menunda proses daftar ulang karena kursi yang tidak terisi akan dialihkan kepada peserta lain melalui jalur pemenuhan kuota.
“Jangan sampai tidak daftar ulang. Karena kalian bersaing dengan ratusan ribu pendaftar lain. Jika diterima artinya kalian memenuhi persyaratan verifikasi dan validasi berkas. Termasuk syarat nilai yang mumpuni,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, peserta yang belum diterima di SMA tidak perlu berkecil hati.
Ia menilai SMK kini memiliki berbagai program yang membuka peluang bagi lulusannya untuk melanjutkan pendidikan maupun bekerja di dalam dan luar negeri.
“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” kata Khofifah.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, tahun ini sebanyak 1.734 alumni SMK telah menjadi pekerja migran dan 3.186 murid dari 115 SMK negeri maupun swasta akan mengikuti program magang kerja luar negeri.
Program tersebut mencakup penempatan di sejumlah negara, di antaranya Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, dan Thailand.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, jalur Prestasi Nilai Akademik SMK memberi kesempatan kepada calon murid memilih maksimal tiga konsentrasi keahlian di SMK yang sama maupun berbeda.
Seleksi dilakukan berdasarkan gabungan nilai rapor, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) atau indeks sekolah asal, serta jarak domisili.
“Seleksi jalur Prestasi Nilai Akademik SMK berlangsung secara transparan melalui sistem pemeringkatan. Karena itu, kami mengimbau seluruh calon murid mempersiapkan dokumen dan mengikuti tahapan pendaftaran sesuai jadwal agar tidak kehilangan kesempatan,” tegas Aries Agung Paewai.












