Rahasia “Curi Waktu” Khamida: Jadi Wisudawan Terbaik UIN KHAS Jember Sekaligus Hafidzah Internasional

Khamidatus Sholeha Ma'rufin, Wisudawan Terbaik UIN KHAS Jember. (Foto: Teamwork)
Khamidatus Sholeha Ma'rufin, Wisudawan Terbaik UIN KHAS Jember. (Foto: Teamwork)

Jurnalbangsa.com, Jember – Menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3.90 adalah prestasi besar, namun menyelesaikan studi hanya dalam 3 tahun 2 bulan sambil menjaga hafalan 30 Juz adalah pencapaian luar biasa.

Itulah yang diraih Khamidatus Sholeha Ma’rufin dalam Wisuda ke-77 UIN KHAS Jember, Kamis (23/4/2026).

Gadis yang akrab disapa Khamida ini membuktikan bahwa Al-Qur’an bukanlah beban di tengah kesibukan kuliah, melainkan kunci kemudahan.

Strategi “Muroja’ah” Sambil Bersepeda

Banyak mahasiswa mengeluh tidak punya waktu untuk berorganisasi atau menekuni hobi, namun bagi Khamida, waktu selalu ada jika diciptakan.

Ia terbiasa melantunkan hafalan di sela-sela rutinitas yang dianggap remeh oleh orang lain.

“Pagi hari saya mulai dengan muroja’ah. Seringkali saya menyambinya dengan aktivitas lain, seperti saat jogging, bersepeda menuju kampus, hingga saat menunggu dosen masuk kelas,” ungkap mahasiswi angkatan 2022 tersebut.

Prinsip hidupnya sederhana namun mendalam: Al-Qur’an tidak dicari di waktu luang, tapi waktu harus diluangkan untuk Al-Qur’an.

Borong Prestasi Global & Dirikan Komunitas

Meski fokus pada pendidikan agama, wawasan Khamida mendunia.

Ia sukses menyabet Gold Medal di ajang SEIBA International Festival 2024 dan menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tiga tahun berturut-turut.

Tak berhenti pada prestasi pribadi, ia mendirikan komunitas Sahabat Muroja’ah pada awal tahun 2026 untuk merangkul mahasiswa lain yang kesulitan menjaga hafalan di tengah tugas kampus.

“Menjaga hafalan itu tidak mudah. Saya ingin teman-teman merasa tidak sendirian,” jelasnya mengenai alasan di balik gerakan sosialnya tersebut.

Inspirasi Melalui ‘Jurnal Khamida’

Melalui platform digitalnya, Jurnal Khamida, ia rutin membagikan tips manajemen waktu bagi anak muda.

Kisah Khamida menjadi pengingat bagi mahasiswa lain di Jember dan sekitarnya bahwa keterbatasan waktu hanyalah soal bagaimana seseorang menyusun skala prioritas.

Dengan tekad yang kuat, anak tunggal pasangan Abu Yazid Ma’rufin dan Siti Mujayati ini telah menunjukkan bahwa gelar akademik dan mahkota spiritual bisa diraih secara bersamaan dalam waktu yang sangat efisien.

Pos terkait