Harga Gabah di Jember Stabil saat Memasuki Panen Raya

Salah satu petani di Kecamatan Jenggawah, yang sedang menjemur padinya. (Foto: Fadli/Jurnalbangsa).
Salah satu petani di Kecamatan Jenggawah, yang sedang menjemur padinya. (Foto: Fadli/Jurnalbangsa).

Jember, Jurnalbangsa.com – Para petani padi di wilayah Kabupaten Jember telah memasuki musim panen raya. Harga gabah di tahun ini diperkirakan lumayan stabil.

Salah satu petani di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Sukirno, mengatakan harga gabah tahun ini masih dalam kondisi normal.

“Di sini kemarin Rp 650 ribu, itu satu kuintal jenis Padi Inpari 32,” kata dia saat ditemui dipenjemuran padi samping rumahnya, Senin (30/3/2026).

Selain harga stabil, kata Sukirno hasil panen juga dipengaruhi dengan ketersediaan pengairan yang memadai.

“Kalau sawahnya pengairan itu cukup, terus tidak ada hama. Panennya bisa meningkat,” katanya.

Merespon harga gabah saat memasuki musim panen, salah satu Pengepul di Dusun Gayasan, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, H. Subairi, mengatakan bahwa harga yang kini beredar memang dibilang masih stabil.

“Kalau (jenis padi) Logawa itu sekitar harganya Rp 600 ribu (per kuintal) dari sawah,” kata dia.

Dengan harga segitu, kata Subairi sudah masuk dalam kategori standar.

“Kalau harga Rp 700 ribu (per kuintal) ke petani itu kemahalan. Kasihan orang yang tidak punya sawah,” katanya.

Subairi dalam menerima penjualan gabah, dirinya lebih banyak menerima Gabah Kering Sawah (KS) dari para petani.

Selain itu, kadar air padi yang dia terima kisaran 26 persen sampai 27 persen.

“Kalau 30 (persen) pada akhirnya itu dipotong sama pabrik, harganya (padi),” tuturnya.

Pos terkait