JEMBER – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember membekali 50 tenaga kependidikan (tendik) dengan keterampilan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Program pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini menjadi langkah kampus dalam meningkatkan kemampuan digital pegawai sekaligus mendorong pelayanan administrasi yang lebih efektif dan profesional.
Pelatihan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan International Better Learning Upgrader (IBLU) Academy di Gedung BEC International Class, Senin (26/10/2026). Para peserta mendapatkan pembekalan sesuai bidang kompetensi masing-masing sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor I UIN KHAS Jember Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Dr. Nawawi, M.Fil.I., serta Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) Dr. Retna Anggitaningsih, S.E., M.M.
Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menunjukkan dukungan institusi terhadap pengembangan kompetensi pegawai, khususnya dalam menghadapi perubahan pola kerja dan tuntutan pelayanan di era digital.
Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. M. Khusna Amal, menegaskan bahwa peningkatan kecakapan digital menjadi bagian penting dalam mendukung agenda prioritas Kementerian Agama, terutama untuk membangun aparatur yang mampu bekerja secara efektif dan responsif.
“Pelatihan kompetensi ini merupakan penjabaran langsung dari agenda prioritas Kementerian Agama untuk memastikan seluruh pegawai memiliki kecakapan digital yang mumpuni. Melalui penguasaan teknologi ini, kita harus mampu menghadirkan layanan publik yang responsif, cepat, dan presisi. Kapasitas penguasaan kecerdasan buatan sangat esensial untuk memperkuat daya saing serta efisiensi kinerja institusi di era digital,” tegas Prof. Amal.
Dua Skema Pelatihan, Fokus pada Digital Marketing dan Pengelolaan Data
Pelatihan kompetensi bagi tenaga kependidikan UIN KHAS Jember ini dibagi menjadi dua skema, yakni Digital Marketing dan Data Management Staff. Keduanya dirancang untuk menjawab kebutuhan kerja di lingkungan perguruan tinggi yang semakin bergantung pada teknologi digital dan pengelolaan informasi.
Pada skema Digital Marketing, peserta dibekali kemampuan menyusun strategi branding, mendukung publikasi kegiatan kehumasan, serta memahami pola komunikasi digital. Kompetensi ini diharapkan dapat memperkuat penyebaran informasi dan membangun citra positif institusi melalui kanal digital.
Sementara itu, skema Data Management Staff berfokus pada pengelolaan dan analisis data dengan dukungan teknologi AI. Kemampuan tersebut diharapkan membantu pegawai mengolah informasi secara lebih akurat sehingga dapat mendukung penyusunan laporan dan pengambilan keputusan strategis oleh pimpinan maupun ketua tim.
Kedua skema tersebut dilengkapi sertifikasi kompetensi yang mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan demikian, pelatihan tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pengakuan kompetensi profesional peserta.
50 Peserta Lolos Seleksi dari 157 Tenaga Kependidikan
Kepala Biro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi, menjelaskan bahwa 50 peserta yang mengikuti pelatihan merupakan tenaga kependidikan yang berhasil lolos seleksi dari total 157 pegawai.
Artinya, sebanyak 107 tenaga kependidikan lainnya belum mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan pada gelombang pertama ini.
Nawawi meminta pegawai yang belum terpilih agar tetap bersemangat karena kampus telah menyiapkan rencana pengembangan kompetensi secara bertahap.
“Bagi 107 tendik yang belum terpilih pada gelombang ini tidak perlu berkecil hati. Kampus telah merancang peta jalan kolaborasi untuk penjadwalan pelatihan serupa di waktu mendatang, sehingga pemerataan kompetensi dan akuntabilitas pengembangan karir pegawai dapat terwujud secara objektif,” terangnya.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses peningkatan kompetensi bagi tenaga kependidikan. Dengan pelaksanaan secara bertahap, pengembangan kemampuan digital diharapkan tidak hanya terpusat pada peserta gelombang pertama, tetapi juga menjangkau pegawai di berbagai unit kerja.
Pelatihan Berlangsung Tiga Hari, Dilanjutkan Ujian Sertifikasi
Secara teknis, pelatihan dirancang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, dengan jadwal kegiatan pukul 08.00–15.00 WIB.
Setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran, peserta dijadwalkan mengikuti ujian sertifikasi oleh asesor BNSP pada Kamis (29/10/2026). Kehadiran dan kedisiplinan mengikuti seluruh tahapan menjadi persyaratan penting dalam proses pelatihan dan sertifikasi tersebut.
Melalui program ini, UIN KHAS Jember berupaya memastikan tenaga kependidikan tidak hanya memahami perkembangan teknologi AI, tetapi juga mampu menerapkannya sesuai kebutuhan pekerjaan.
Penguasaan teknologi digital diharapkan dapat membantu mempercepat proses administrasi, meningkatkan ketepatan pengolahan data, serta memperkuat kualitas publikasi dan layanan informasi kampus.
Pada akhirnya, peningkatan kompetensi tenaga kependidikan menjadi salah satu faktor pendukung dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan sumber daya manusia yang semakin terampil, UIN KHAS Jember berharap pelayanan kepada mahasiswa dan sivitas akademika dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.












