JAKARTA – Proses seleksi calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghadirkan sejumlah nama berpengalaman. Salah satunya Ferdi Setiawan, praktisi penyiaran yang telah berkarya lebih dari 20 tahun.
Karier panjang itu membawanya mengenal berbagai sisi industri media, mulai peliputan, produksi berita, manajemen redaksi, hingga dinamika regulasi penyiaran nasional.
Pria kelahiran Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut memulai perjalanan profesional di Jak TV sebelum melanjutkan karier di tvOne dan Metro TV.
Kini, Ferdi dipercaya sebagai Wakil Pemimpin Redaksi Sinpo TV dan Sinpo.id. Posisi itu memperkuat pengalamannya mengelola ruang redaksi sekaligus mengikuti perkembangan media digital.
Selain aktif sebagai jurnalis, ia juga meniti pengabdian di bidang pendidikan. Ferdi mengajar Ilmu Komunikasi di Universitas Dian Nusantara Jakarta.
Perpaduan pengalaman sebagai praktisi dan akademisi membentuk pandangan menyeluruh mengenai tantangan penyiaran Indonesia, baik dari aspek industri, regulasi, maupun pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, dunia penyiaran membutuhkan keseimbangan antara profesionalisme, etika, inovasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi.
“Pengalaman sebagai praktisi dan akademisi memberi saya sudut pandang lebih utuh terhadap kebutuhan penyiaran Indonesia, baik dari sisi industri maupun pengembangan SDM,” ujar Ferdi.
Perjalanan kariernya juga mencatat pengalaman sebagai petugas Media Center Haji setelah bergabung bersama Sinpo TV dan Sinpo.id.
Di Tanah Suci, ia bertugas menyampaikan informasi penyelenggaraan ibadah haji kepada masyarakat Indonesia secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab.
Pengalaman tersebut memperkuat kemampuannya bekerja dalam situasi yang menuntut ketelitian, kecepatan, serta koordinasi tinggi.
“Allah selalu memiliki cara sendiri untuk mempertemukan seorang hamba dengan rumah-Nya. Terkadang jalan itu datang melalui antrean panjang, terkadang melalui pengabdian,” tuturnya.
Di balik aktivitas profesionalnya, Ferdi menjalani keseharian sederhana bersama keluarga. Setiap pagi ia mengantar dua putrinya ke sekolah.
Sementara putra sulungnya sedang menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Banten.
Usai menjalankan tugas redaksi dan mengajar mahasiswa, ia memilih kembali ke rumah untuk menjalankan peran sebagai suami sekaligus ayah.
“Tidak ada yang spesial dari saya. Saya hanya menjalani kehidupan sederhana, bekerja, mengurus keluarga, mengajar, dan berusaha menjalankan kewajiban sebaik mungkin,” katanya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Ferdi memegang tiga prinsip yang selalu dijadikan pegangan menjalani karier maupun kehidupan sosial.
Prinsip tersebut ialah menjaga silaturahmi, tidak meremehkan siapa pun, serta selalu berbuat baik tanpa menghitung untung maupun rugi.
Baginya, nilai-nilai sederhana justru menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan, kepercayaan, dan perjalanan hidup.
Memasuki tahapan seleksi Komisioner KPI, Ferdi membawa komitmen memperkuat kualitas penyiaran Indonesia di tengah perubahan teknologi informasi.
Ia menilai penyiaran tetap memiliki fungsi strategis sebagai media informasi, pendidikan, hiburan sehat, kontrol sosial, sekaligus perekat persatuan bangsa.
Menurut Ferdi, tantangan industri semakin kompleks akibat persaingan platform digital, perubahan perilaku audiens, serta meningkatnya arus informasi yang belum terverifikasi.
Karena itu, ia mendorong peningkatan literasi media agar masyarakat semakin kritis dalam membedakan informasi faktual dengan disinformasi.
Ferdi juga berharap lembaga penyiaran menghasilkan program edukatif, inovatif, menghormati keberagaman budaya, serta memberikan perlindungan terhadap anak dan remaja.
Ia berpandangan KPI perlu hadir bukan hanya sebagai regulator, melainkan menjadi mitra strategis lembaga penyiaran dalam meningkatkan kualitas industri nasional.
“Kualitas penyiaran yang baik bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyiaran, tetapi juga tanggung jawab bersama. KPI harus mendorong penyiaran profesional, beretika, inovatif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” pungkas Ferdi Setiawan












