Pelatihan Pengembangan Perangkat Media Pembelajaran Scratch untuk Meningkatkan Efisiensi Proses Pembelajaran di SDN Dukuhmencek 3, Kecamatan SukorambiJember, 16-18 Agustus 2025

Sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan dasar, tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Jember melalui unit JTI Innovation dan Teaching Factory (TEFA) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Perangkat Media Pembelajaran Berbasis Scratch di SDN Dukuhmencek 3, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi guna menciptakan proses belajar yang lebih efisien, menarik, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar. Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Camat Sukorambi, Bapak Asrah Joyo Widono, S.Kep., S.H., M.Si, didampingi oleh Pengawas SD Kecamatan Sukorambi, serta dihadiri oleh Manager TEFA JTI Innovation, Bapak Ely Mulyadi S.E., M.Kom . kegiatan pengabdian ini merupakan implementasi dari pengabdian PNBP Polije 2025 yang diketuai oleh : Beni Widiawan, S.ST, MT, anggota : Ely Mulyadi, SE, M.Kom., Syamsul Arifin, S.Kom, M.Cs, Afis Asryullah Pratama, S.Tr.T., M.Tr.T., Reza Putra Pradana, S.Kom., M.T. Acara pembukaan berlangsung khidmat

namun penuh semangat, disertai sambutan motivatif dari berbagai pihak yang menekankan pentingnya adaptasi teknologi di dunia pendidikan. Dalam sambutannya, Camat Sukorambi menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian dari Politeknik Negeri Jember atas inisiatif dan kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Sukorambi. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena membantu para guru menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Guru sekarang tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga perlu berinovasi dalam cara menyampaikan materi agar siswa lebih aktif dan kreatif,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Pengawas SD Kecamatan Sukorambi, yang menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini, terutama dalam menghadapi perubahan kurikulum dan meningkatnya peran teknologi dalam pendidikan. “Scratch adalah salah satu media pembelajaran yang sangat cocok untuk anak usia sekolah dasar. Dengan pendekatan visual dan interaktif, guru bisa membuat animasi, game edukatif, atau simulasi sederhana yang membuat siswa lebih antusias belajar,” jelasnya.

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk mampu beradaptasi dengan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi. Namun, di lapangan masih banyak guru yang kesulitan mengimplementasikan teknologi secara optimal karena keterbatasan pemahaman teknis maupun kurangnya pelatihan praktis. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian JTI Innovation berinisiatif mengadakan pelatihan berbasis hands-on dengan platform Scratch, sebuah perangkat pemrograman visual yang dikembangkan oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology), yang memungkinkan pengguna membuat animasi, permainan, dan simulasi edukatif tanpa memerlukan kemampuan coding tingkat lanjut.

Pelatihan diikuti oleh sekitar 30 guru dari SDN di wilayah Kecamatan Sukorambi, termasuk guru kelas dan guru mata pelajaran. Kegiatan berlangsung selama satu hari penuh dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung di laboratorium komputer SDN Dukuhmencek 3.

Gambar 2 Peserta guru mengikuti sesi materi tentang media pembelajaran digital.

Acara dimulai dengan sesi pengenalan konsep pembelajaran berbasis teknologi oleh tim pengabdian dari JTI Innovation. Peserta diperkenalkan pada berbagai contoh inovasi media pembelajaran digital yang telah diterapkan di berbagai sekolah dasar di Indonesia.

Sesi berikutnya berfokus pada pengenalan platform Scratch, mulai dari antarmuka, logika dasar blok pemrograman, hingga cara membuat objek dan animasi sederhana. Para peserta tampak antusias mencoba berbagai fitur Scratch yang memungkinkan mereka membuat karakter bergerak, menambahkan suara, dan menciptakan interaksi sederhana dalam sebuah proyek pembelajaran.

Gambar 3 Pemateri memberikan penjelasan mengenai penggunaan platform Scratch.

Memasuki sesi praktik, para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan bidang mata pelajaran. Setiap kelompok didampingi oleh fasilitator dari tim pengabdian untuk membuat prototipe media ajar berbasis Scratch. Beberapa kelompok berhasil mengembangkan media pembelajaran interaktif untuk materi matematika, sains, serta pendidikan karakter berbasis game edukatif.

Dalam sambutannya, Manager TEFA JTI Innovation menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang menghubungkan inovasi teknologi kampus dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dasar. “Kami ingin membangun ekosistem kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan sekolah. Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, kami berharap hasil riset dan inovasi yang kami kembangkan bisa diterapkan secara nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Salah satu peserta, Bapak Chorul Anwar dari SDN Sukorambi 1, mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan mengikuti pelatihan ini. “Saya baru tahu ternyata membuat media pembelajaran digital tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan Scratch, kita bisa membuat

animasi atau game sederhana yang membuat anak-anak lebih semangat belajar. Saya
berencana langsung mencoba menerapkannya di kelas minggu depan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam kompetensi digital guru serta terwujudnya pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan menyenangkan bagi siswa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Pemerintah Kecamatan Sukorambi, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, dan Politeknik Negeri Jember melalui JTI Innovation dalam mewujudkan transformasi pendidikan berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.

Pos terkait