Kepala Perpustakaan UIN KHAS Jember: Paling Penting itu Kesadaran dan Partisipasi Literasi

Perpustakaan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember (Foto: Fadli/Jurnalbangsa).
Perpustakaan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember (Foto: Fadli/Jurnalbangsa).

Jember, Jurnalbangsa.com – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali mendapatkan predikat akreditasi A dari Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional (LAPN) pada Desember 2025. Akreditasi ini berlaku selama 5 tahun sejak tanggal ditetapkan

Kepala UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember, Hafidz, merasa senang atas keberhasilan mempertahankan akreditasi tersebut.

“Tentu saya mengapresiasi positif dan selayaknya memang perpustakaan dapat nilai gitu. Karena kerja keras tim panitia penyelenggara akreditasi. Tentu saya puas dan harapannya memang harus seperti itu karena perpustakaan sekarang itu jauh lebih memadai,” kata dia, saat ditemui di Kantor Kepala UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember, pada Selasa, (31/3/2026).

Hafidz menyampaikan fasilitas perpustakaan sudah tidak ada ruang panas, semuanya sudah terasa dingin.

Selain itu, jumlah persediaan buku baik berbentuk cetak maupun online sudah sangat banyak. Untuk buku online berjumlah sekitar 12.000 judul. Tidak hanya itu, kata Hafidz, Perpustakaan juga berlangganan jurnal internasional, salah satunya ada dari Oxford, dan Cambridge.

Hafidz menuturkan bahwa UPT Perpustakaan kini mengalami lonjakan pengunjung.

“Partisipasi mahasiswa terhadap perpustakaan sangat besar. Sekarang per hari itu sekitar 750 sampai 1000 orang berkunjung,” tuturnya.

Dalam menyiapkan akreditasi, kata Hafidz membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan sebelum penilaian.

Selama ini Perpustakaan UIN KHAS Jember memilih untuk konsen dalam seputar pengarsipan dan melakukan digitalisasi terhadap naskah-naskah lokal yang berada di wilayah Jawa Timur.

Hafidz berharap kalangan sivitas akademik di UIN KHAS Jember, baik dari mahasiswa maupun dosen senang untuk berkunjung ke perpustakaan.

“Paling penting dari perpustakaan adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi literasi,” katanya.

Merasa ada fasilitas baru, Shela Enjelita, Mahasiswi Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) mengungkapkan rasa bangga atas adanya perubahan desain interior di perpustakaan.

“Kalau di Perpus UIN meskipun tidak baca buku, kita bawa buku sendiri itu juga nyaman karena tempatnya sekarang sudah upgrade,” kata dia.

Enjel mengatakan bahwa saat berkunjung di perpustakaan, dirinya merasa lebih mengenal UIN KHAS Jember lebih dekat.

“Jadi kita sambil membaca kita juga sambil mengenal tentang sejarah-sejarah UIN KHAS, maupun tokoh-tokoh agama gitu,” kata dia.

Pos terkait