Jember, Jurnalbangsa.com – Dampak perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran, telah mengakibatkan harga plastik melonjak tinggi pada kalangan toko grosir dan eceran di Kabupaten Jember.
Salah satunya, David Susanto, Pengelola Toko Mitra Plastik, di Jalan Diponegoro, Tembaan, Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, mengungkapkan bahwa indikasi adanya kenaikan harga plastik sudah terjadi sebulan lalu.
“Sebenarnya sejak awal Maret. Cuma baru kerasa dampaknya itu setelah selesai lebaran. Setelah Lebaran H plus 1 itu,” kata David, saat ditemui di tokonya, pada Rabu (8/4/2026).
David menjelaskan jika kenaikan harga plastik dipicu adanya penutupan Selat Hormuz yang berada di Iran, karena sedang terjadi peperangan.
“Jadi kan pasokan minyak berkurang. Plastik styrofoam itu bahan bakunya dari minyak. Jadi pasokan jadi langka di Indonesia,” kata David.
Menurutnya, adanya tren kenaikan harga plastik ini dipengaruhi oleh harga minyak.
“Harga minyak naik ya harga plastik ikut naik. Soalnya harga bahan baku dari plastik itu minyak,” kata dia.
Bahkan, kata dia, untuk persentase harga plastik di Jember kini telah melonjak sangat tinggi.
“Ya sudah 100 persen. Kayaknya lebih dari 100 persen dari normal,” kata dia.
David mengatakan bahwa nyaris semua macam kemasan plastik mengalami kenaikan harga di tokonya.
“Dari gelas-gelas, plastik-plastik kantongan, terus thinwall, botol. Pokoknya mika-mika ini semua naik semua,” kata dia.
Sementara untuk kemasan thinwall yang semula Rp 20 ribu, sudah naik menjadi Rp 30 ribu. Sedangkan untuk plastik kresek yang dulunya Rp 6 ribu, sekarang sudah Rp 10 ribu per pack.
Lebih lanjut, Jurnal Bangsa telah menghubungi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Jember, Sartini, melalui pesan WhatsApp, terkait beredarnya kabar kenaikan harga plastik tersebut, namun masih belum mendapatkan respon.












