SPBU di Teuku Umar Jember Dibuka Kembali Usai Disegel, Polisi Fokus Cari Pelaku

Suasana di SPBU Teuku Umar, Kaliwates, Jember (Foto: Istimewa).
Suasana di SPBU Teuku Umar, Kaliwates, Jember (Foto: Istimewa).

Jember, Jurnalbangsa.com – Satreskrim Polres Jember mulai membuka segel garis polisi (police line) di SPBU Jalan Teuku Umar, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Meski operasional mulai kembali normal, polisi tetap memberikan pengawasan ketat pada tempat yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan BBM bersubsidi, dan kini fokus mencari pelaku.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Ipda Harry Sasono, menjelaskan bahwa pembukaan garis polisi ini dilakukan setelah tim penyidik merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal. Serta telah mengamankan sejumlah barang bukti.

“Kami telah melakukan olah TKP awal. Juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti,” katanya, Senin (16/3/2026).

Kasus ini, kata dia, bermula dari laporan masyarakat pada Sabtu 14 Maret 2026. Terkait adanya dugaan praktik ilegal penyalahgunaan BBM subsidi.

“Anggota Satreskrim langsung turun ke TKP untuk melaksanakan olah TKP dengan memasang garis polisi di seluruh area SPBU guna mengumpulkan bukti-bukti yang mendukung proses penyelidikan,” ujarnya.

Namun, setelah dilakukan analisa perkara pada hari berikutnya, pihak kepolisian memutuskan untuk membuka segel di area yang dianggap tidak lagi menghambat proses penyidikan.

Kini, fokus penyelidikan dikerucutkan pada alat transportasi dan mesin pengisian tertentu.

“Kami melakukan pelepasan terhadap police line yang sekiranya tidak diperlukan kembali. Saat ini kami hanya memfokuskan pemasangan garis polisi pada mesin yang digunakan pelaku sebagai sarana mengisi BBM bersubsidi jenis solar,” paparnya.

“Tapi SPBU tersebut masih belum bisa beroperasi. Masih ada banner pembinaan dari Pertamina, serta penunjuk arah ke SPBU terdekat lainnya bagi masyarakat yang hendak mengisi BBM,” jelasnya.

Selain efisiensi penyidikan, Ipda Harry mengungkapkan, bahwa alasan pembukaan kembali operasional SPBU tersebut adalah demi kepentingan publik.

Mengingat waktu yang mendekati hari raya Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar diprediksi akan meningkat tajam.

“Alasan pembukaan juga bermaksud karena menjelang Lebaran, diprediksi kebutuhan BBM masyarakat akan meningkat,” tambahnya.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Jember masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat.

Harry menyebut, keberadaan pelaku beserta sarana yang digunakan akan diusut tuntas.

“Kami akan terus berupaya mengusut tuntas dan menyelidiki lebih lanjut keberadaan pelaku, termasuk sarana yang mereka gunakan dalam tindak pidana ini,” ungkapnya.

“Terkait adanya isu keterlibatan oknum polisi, itu sedang kami selidiki. Jika memang ada dan kami temukan buktinya, tentu akan kami tindak tegas,” imbuhnya.

Warga sekitar, Rizal, menyambut baik dengan pembukaan police line ini. Dia juga berharap, agar SPBU tersebut bisa segera beroperasi, karena, kata dia, saat ini adalah momentum dekat-lebaran.

“Kemarin saya harus mengisi di SPBU lainnya. Makanya saya senang kalau sudah di buka SPBU Ini,” ucapnya.

“Tapi pelakunya tetap harus diselidiki dan ditindak tegas,” tandasnya.

Pos terkait