Selamat Jalan Bu Suk

  • Whatsapp

M Rizal Fadillah

Ramai di jagad media rencana ritual pindah agama “Sudhi Wadani” Sukmawati Soekarnoputeri dari Islam menjadi Hindu. Konon kembali ke agama neneknya, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben ibu kandung Sukarno, Presiden pertama. Akan diselenggarakan di Bale Agung Singaraja Buleleng Bali. Penyelenggara acara adalah “The Soekarno Center”.

Read More

Soal pindah agama adalah suatu hal yang biasa, tetapi jika dibesar-besarkan menjadi luar biasa. Urusan privat menjadi seperti agenda publik. Dengan mengundang Presiden, Menteri, dan tokoh politik, mengesankan ada keinginan mengubah urusan agama menjadi politik. Umat Hindu sekurangnya panitia seperti bahagia dan memproklamasikan secara nasional bahwa puteri Proklamator pindah ke agama Hindu.

Umat Islam, sekurangnya yang merasa sakit atas penghinaan Sumawati pada agama Islam, juga bahagia dengan murtadnya Sukmawati. Toh menjadi muslim juga tidak berguna, malah menjengkelkan. Bagus saja pindah agama. Rupanya sudah lama Sukmawati mengikuti ritual Hindu dengan sering mengunjungi pura pura di Bali.

Teringat puisi menyakitkan Bu Suk. Dikenal dengan puisi konde. Umat memprotes bahkan melaporkan kepada Polisi atas penistaan itu akan tetapi kasusnya menguap. Islamophobia terlindungi di rezim ini.

Aku tak tahu syari’at Islam//Yang kutahu sarikonde ibu Indonesia sangatlah indah//lebih cantik dari cadar mu

Aku tak tahu syari’at Islam//Yang kutahu suara kidung Indonesia sangatlah elok//lebih merdu dari alunan azan mu

Bodoh sekali,  Sukmawati yang mengaku tak tahu syari’at tapi menyinggung syari’at. Begitu juga naif dan ngawur saat ia membandingkan Nabi Muhammad dengan Ir Sukarno.

“Sekarang saya mau tanya semua, yang berjuang di abad 20 itu yang mulia Nabi Muhammad apa Ir Sukarno untuk kemerdekaan ?”

Ya sudahlah, Sukmawati memang jahil soal agama Islam, jadi tak masalah berpindah juga. Mungkin berharap lebih bisa mendalami agama lama atau barunya.

Itu adalah hak, hanya sebagai muslim wajar bila bertakbir membesarkan Allah betapa hebatnya hidayah. Daripada plin plan soal agama dan bangga dengan ketidaktahuan syari’at, lebih baik pindah saja. Itu pilihan hidup di usia senja, 70 tahun.

Oke, selamat ultah, selamat jalan Bu Suk.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 23 Oktober 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *