Pemprov DKI akan Namai Jalan Mustafa Kemal Ataturk, Anwar Abbas Bereaksi Keras!

  • Whatsapp

Jakarta, Jurnalbangsa.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, berencana memberikan nama salah satu jalan di Kota Jakarta dengan nama tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Wacana ini mendapat penolakan dari Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas.

Mustafa Kemal Attaturk merupakan pemimpin negara Turki pada tahun 1920-an hingga kematiannya pada tahun 1938. Dia dikenal sebagai pemimpin sekuler karena merubah sistem pemerintahan kesultanan Islam Turki menjadi negara sekuler yang jauh dari nilai-nilai Islam.

“Bagaimana mungkin sebuah negara yang bernama Indonesia yang berdasarkan Pancasila di mana sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, lalu pemerintahnya akan menghormati seorang tokoh yang sangat sekuler dan melecehkan agama Islam yang menjadi agama dari mayoritas rakyat di negeri ini,” kata Anwar Abbas dalam keterangannya dikutip Senin (18/10/2021).

“Mustafa Kemal Attaturk ini adalah seorang tokoh yang sangat sekuler yang tidak percaya ajaran agamanya akan bisa menjadi solusi dan akan bisa membawa turki menjadi negara maju,” sambungnya.

Anwar Abbas bilang, jika pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat tetap ngotot memberikan nama jalan Mustafa Kemal, maka itu akan sangat menyakiti ummat Islam.

“Kalau pemerintah Indonesia akan tetap menghormatinya dengan mengabadikan namanya menjadi nama salah satu jalan di ibukota Jakarta, hal demikian jelas akan sangat-sangat menyakiti hati umat Islam,” tutur Anwar.

Sebelumnya, duta besar Republik Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal mengatakan, pihaknya akan meminta komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan nama jalan Mustafa Kemal Ataturk.

Iqbal mengatakan, bahwa pihaknya mengaku sudah memberikan data terkait karakter hingga panjang jalan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Melalui Wakil Gubernur pada saat itu, sudah mengalokasikan salah satu jalan di daerah Menteng. Itu yang nantinya akan diberikan nama founding father Turki,” ujarnya.

Sejauh ini, katanya, Pemprov DKI dan KBRI Ankara masih menunggu kepastian nama yang akan digunakan sebagai jalan.

“Mustafa Kemal Ataturk pendiri bangsa Turki. Attaturk sendiri artinya bapak bangsa Turki,” terangnya.

Menurut IQBAL, peresmian jalan itu kemungkinan akan dilakukan saat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang. (fin)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *