Tanggapi Pencopotannya, Brigjen Junior: Risiko Tentara, Anggaplah Peperangan Pasti Ada Korban

  • Whatsapp

Jakarta, Jurnalbangsa.com – Brigjen Junior Tumilaar menanggapi pencopotannya dari jabatan Inspektur Kodam XIII Merdeka usai bela Babinsa dan menyurati Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Junior Tumilaar memberi komentar kepada wartawan setelah dicopot. “Ya laksanakan saja, itu satu risiko tentara .  Memang harus terjadi dan tidak apa-apa. Namanya tentara .  kita melaksanakan satu pertempuran, pasti ada korban,” jelas Brigjen Junior, Sabtu (9/10/2021).

“Tidak mungkin sama sekali tidak ada korban dalam peperangan atau pertempuran, itu diperhitungkan,” katanya lagi.

“Katakanlah saya menjadi suatu korban dalam pertempuran atau suatu korban dalam situasi pertempuran atau peperangan,” kata Brigjen Junior Tumilaar  Sabtu (9/10/2021).

Brigjen Junior Tumilaar juga menyatakan dirinya memahami pasal yang disangkakan kepadanya. Dia mengaku menyadari risiko dari perbuatannya.

“Kalau tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan jabatan, risikonya pasti dicopot. Itu saya sudah sadari akan ada risiko,” jelasnya.

“Pasal itu selalu ada, sama dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan kalau di sipil. Kalau saya, itu tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan jabatan. Sudah pasti kena saya,” ujarnya.

Brigjen Junior menjelaskan alasan suratnya ke Kapolri, tidak disampaikan ke pimpinannya.

Jika disampaikan ke Panglima Kodam Merdeka, pasti surat itu tidak akan sampai ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dia tak mempermasalahkan keputusan tersebut. Menurutnya, prajurit harus selalu melaksanakan aturan dan siap menerima hukuman jika melanggar.

“Baik secara disiplin militer maupun pidana militer, saya kena. Itu saya sudah pikirkan sebelumnya,” tegas Brigjen Junior seperti dilansir detikcom. (pojoksatu)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *