Ada Utang Gelap Indonesia ke China Rp 266 Triliun, RR: Mereka Buat Jebakan untuk Menguasai, Itu Model Lend to Own

  • Whatsapp
Rizal Ramli (alias RR) saat sedang diwawancarai oleh awak media. (Foto: Realita TV)

Jakarta, Jurnalbangsa.com – Utang gelap atau tersembunyi Indonesia kepada China, yang tidak tercatat dalam laporan keuangan pemerintah, sudah mafhum bagi ekonom senior Rizal Ramli.

Pasalnya, dia mengetahui strategi atau skema pinjaman yang dibuat negeri tirai bambu itu memiliki tujuan tertentu. Yakni, meraup sebesar-besarnya keuntungan, dan membuat suatu negara bergantung hingga waktu yang cukup lama.

Sosok yang kerap disapa RR ini menerangkan, utang gelap yang digelontorkan China ke negara-negara mitranya, termasuk Indonesia, difasilitasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan swasta China.

“Sebetulnya difasilitasi oleh negara, cuma pemberi pinjamannya itu BUMN China atau perusahaan swasta China. Jadi harusnya sih masuk ke data utang piutang kita,” ujar RR dalam video wawancaranya dalam program Kabar Indonesia Petang TVOne, yang di posting melalui Instagram pribadinya, Kamis (8/10).

Menurut mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini, hasil penelitian Aid Data mengenai utang gelap Indonesia ke China ini sudah tepat, dan nilainya memang berada di kisaran Rp 266 triliun.

“Jadi angkanya saya kira benar. Cuma pertanyaannya, banyak dari angka-angka ini tidak tercatat sebagai utang negara,” keluhnya.

RR mengkalkulasi, jika utang gelap tersebut ditambahkan dengan utang pokok negara yang tercatat kini sudah berkisar Rp 400 triliun, dan sekitar Rp 370 triliun untuk bunganya dalam setahun, maka total nilai utang negara sudah semakin menumpuk.

“Jadi totalnya itu (utang yang tercatat) Rp 770 triliun, satu tahun. Apalagi ditambah utang yang tidak tercatat ini, bisa jadi lebih dari Rp 800 triliun,” tuturnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *